JAGALAH AMANAH

Posted: Februari 16, 2011 in Cerita motivasi

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?

Murid 1 : “Orang tua”

Murid 2 : “Guru”

Murid 3 : “Teman”

Murid 4 : “Kaum kerabat”

Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran :185)

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”

Murid 1 : “Negeri Cina”

Murid 2 : “Bulan”

Murid 3 : “Matahari”

Murid 4 : “Bintang-bintang”

Iman Ghazali “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimana pun kita, apa pun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama”.

Iman Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”

Murid 1 : “Gunung”

Murid 2 : “Matahari”

Murid 3 : “Bumi”

Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

Imam Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”

Murid 1 : “Baja”

Murid 2 : “Besi”

Murid 3 : “Gajah”

Imam Ghazali : “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”

Setiap manusia yang lahir ke muka bumi ini tanpa harus diukur maupun ditimbang kadarnya, secara alamiah telah memikul yang namanya amanah. Tidak ada manusia yang ‘bebas tugas’ dengan hanya meminta hak-haknya tanpa melakukan kewajiban (amanah).

Amanah dapat diartikan sebagai sesuatu yang dititipkan, yang dalam hal ini berkaitan dengan hak Allah SWT. Amanah adalah urusan yang besar yang seluruh semesta menolaknya dan hanya manusialah yang diberikan kesiapan untuk menerima dan memikulnya. Mengapa manusia? Karena manusia memiliki hati, akal dan ruhiyah, yang menjadi elemen utama dalam pengembanan amanah ini, dimana erat kaitannya dengan iman seseorang, karena amanah adalah tuntutan iman. Dalam sebuah hadist dikatakan, “Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak pandai memeliharanya” (HR Imam Ahmad bin Hambal).

Selain sebagai pemenuhan hak Allah, amanah dalam pandangan Al-Quran bertujuan untuk menciptakan kerjasama yang baik antar sesama, kunci kemakmuran dan kejayaan suatu bangsa serta perekat sosial yang mampu membentuk solidaritas dari jaringan untuk mencapai high-trust society.

Mengacu pada piramida kehidupan (individu-keluarga-masyarakat-negara-kumpulan Negara), amanah manusiapun memiliki tingkatannya. Yang pertama yakni amanah fitrah, amanah yang berhubungan dengan fitrah manusia yang cenderung kepada tauhid, kebenaran, dan kebaikan. Kedua amanah yang berkaitan dengan keindahan Islam, dimana setiap muslim mendapat amanah untuk menampilkan kebaikan dan kebenaran Islam dalam dirinya. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menggariskan sunnah yang baik maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang rang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” (Hadits shahih)

Ketiga, amanah dakwah. Selain melaksanakan ajaran Islam, seorang muslim memikul amanah untuk mendakwahkan (menyeru) manusia kepada Islam. Seorang muslim bukanlah orang yang merasa puas dengan keshalihan dirinya sendiri. Ia akan terus berusaha untuk menyebarkan hidayah Allah kepada segenap manusia. Amanah ini tertuang dalam ayat-Nya: “Serulah ke jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (An-Nahl: 125)

Keempat, amanah untuk mengukuhkan kalimatullah di muka bumi. Tujuannya agar manusia tunduk hanya kepada Allah SWT. dalam segala aspek kehidupannya. Tentang amanah yang satu ini, Allah SWT. menegaskan: “Allah telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah-belah tentangnya.” (Asy-Syura: 13)

Kelima, amanah untuk mendalami agama. Untuk dapat menunaikan kewajiban, seorang muslim haruslah memahami Islam. Bagaimana dia bisa menunaikan fitrahnya untuk menjadi manusia baik dan benar, bisa menunjukkan keindahan Islam apalagi untuk menyeru kepada orang lain untuk lebih dekat dengan Islam jika dia tidak memiliki ilmu. Al Qur’an pun menerangkan:  “Tidaklah sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.” (At-Taubah: 122)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s